Waktu Tepat Minum Suplemen Vitamin D Menurut Dokter Spesialis Gizi

Usia di atas itu sudah mengalami penurunan hormon sehingga kemampuan kulitnya menghasilkan vitamin D dari UV B ikut turun. Sementara sumber makanan hanya bisa menghasilkan vitamin D 15%-20% dalam darah. Sumber makanan penghasilnya juga terbatas, salah satu ikan laut dalam seperti salmon. Henry menjelaskan, sumber vitamin D ada tiga yakni sinar matahari UV B, makanan seperti salmon, dan suplemen vitamin D3. Polemik yang paling sering terjadi terkait waktu berjemur untuk mendapatkan UVB.

Sejumlah pasien orang tanpa gejala COVID-19 berjemur di halaman Asrama Haji. Berjemur dapat mengaktifkan vitamin D yang diyakini mampu menjaga imunitas untuk mencegah Covid-19. Beberapa makanan yang bisa dikonsumsi untuk ibu hamil yang kaya akan vitamin D adalah susu, kuning telur, salmon, dan minyak ikan cod. Nah, manfaat vitamin D sendiri untuk dewasa tua atau lansia adalah dapat meningkatkan kekuatan tulang mereka dan mengurangi risiko jatuh.

Asupan jumlah vitamin D yang cukup, sangatlah penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tulang dan gigi yang regular, serta meningkatkan resistensi terhadap penyakit tertentu. Para ahli kesehatan mengatakan bahwa vitamin ini membantu efek antiinflamasi di dalam tubuh dan meningkatkan respons imun. Vitamin D berperan dalam metabolisme kalsium dan fosfat, memiliki efek antioksidan, mengurangi risiko penyakit jantung, kanker kulit, serta menguatkan sistem imun. Vitamin D akan terbentuk secara alami apabila kulit kita terkena sinar matahari.

Mengapa penting untuk mengkonsumsi vitamin D

Vitamin ini diketahui sudah ada di dalam tubuh dan mampu diproduksi dari sinar matahari yang diserap kulit. Saat bayi Ibu sedang terkena penyakit, Kong Slot maka vitamin D akan mempercepat masa pemulihan. Jika bayi memiliki daya tahan tubuh yang kuat, ia pun tidak akan rentan terserang penyakit.

Jakarta, CNBC Indonesia – Mungkin belum banyak yang tahu tentang manfaat vitamin D. Tidak hanya untuk kalsium, vitamin D juga berguna untuk kesehatan tubuh khususnya di tengah pandemi Covid-19. Orang obesitas juga mungkin memerlukan tambahan vitamin D dari suplemen. Hal ini dapat disebabkan lemak di dalam tubuhnya yang menghambat penyerapan sinar matahari. Maka dari itu, orang-orang seperti inilah yang biasa diberikan suplemen vitamin D. Menurutnya, dengan rutin berjemur Anda bisa memperoleh vitamin D yang diproduksi di kulit.

Selain itu, kekurangan vitamin D dalam tubuh juga dikaitkan dengan penurunan fungsi organ paru-paru, yang kemudian dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi terkait sistem pernapasan. Padatnya rutinitas dan tekanan di tempat kerja bisa menjadikan seseorang memiliki risiko depresi. Vitamin D bisa diperoleh dengan berjemur selama 10 sampai 20 menit setiap hari di bawah sinar matahari.

Yutan