Vitamin D Dari Sinar Matahari, Apakah Sudah Cukup?

Beruntung Indonesia memang dengan negara beriklim tropis, jadi sangat mudah mendapatkan sinar matahari. Setelah tubuh dan kulit mulai terbiasa, bisa diperpanjang durasinya Agen Bola Online sesuai kebutuhan. Lalu, beristirahatlah di tempat teduh ketika mulai merasa panas. Minumlah air jika lansia menghabiskan waktu yang cukup lama di bawah sinar matahari.

Lantas bagaimana cara yang tepat untuk berjemur pada pagi hari? Dan bagaimana pentingnya berjemur ini dilakukan sebelum Work from Home? Kesulitan dari menyusuri gua adalah kondisi gua yang gelap, banyak air serta medannya licin dan penuh liku-liku, oleh karena itu untuk menyusuri gua diperlukan atribut yang lengkap. Palang Merah Indonesia Kota Pekalongan terus mengajak masyarakat penyintas Covid-19 untuk melakukan donor darah konvalesen. Satuan Reserse Narkoba Polres Grobogan menangkap dua pengguna sabu-sabu, salah satunya mengaku menggunakan sabu untuk stamina saat kerja.

Memanfaatkan sinar matahari pagi, Anda bisa memperoleh berbagai vitamin yang dibutuhkan tubuh untuk memperkuat imunitas. Tentunya, menjaga kebersihan tetap menjadi senjata utama melawan COVID-19. Selalu pastikan kebersihan diri dan keluarga dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun antiseptik dari Lifebuoy dengan cara yang benar. Nutrisi yang tidak kalah penting bisa diberikan oleh sinar matahari pagi untuk tubuh adalah fosfor.

Berjemur matahari paling baik jam 10 pagi - 2 siang

Terlepas dari banyaknya manfaat bagi kesehatan, paparan sinar matahari yang berlebihan dan terlalu lama dapat membahayakan kulit. Bahkan jika diabaikan, bisa mempercepat penuaan dini hingga menyebabkan kanker kulit. Pakar kesehatan menyarankan kita untuk berjemur di bawah sinar matahari pagi selama 15 menit setiap hari.

Akan tetapi, Anda perlu mengetahui waktu berjemur yang baik jam berapa dan ideas melakukannya dengan aman sehingga manfaat berjemur di bawah sinar matahari didapatkan secara optimum. Banyak yang menganggap waktu terbaik untuk mendapatkan sinar matahari adalah pagi hari. Namun, tak sedikit yang menyarankan agar berjemur di bawah sinar matahari pada siang hari. Namun, mitos ini ternyata salah karena sinar matahari yang terpancar ketika tengah hari memiliki efek terbaik dibandingkan waktu-waktu lainnya.

Bisa Anda bayangkan saudara kita yang tinggal di belahan bumi lain yang sangat sulit untuk mendapatkan cahaya matahari dalam kesehariannya. Mereka akan sangat menikmati musim panas agar bisa berjemur di pantai agar bisa merasakan panas meskipun hanya sesaat. Tubuh manusia sendiri akan menyerap dan menerima manfaat dari sinar matahari tersebut.

Sinar ultraviolet dari matahari bisa membantu memberikan vitamin D untuk kulit serta mampu meningkatkan sistem imun. Meski begitu, Moms yang punya kegiatan indoor pun harus memakai tabir surya lho, karena sinar matahari dapat menembus jendela. Bila tidak memakai sunscreen atau sunblock setiap hari, risiko kanker kulit pun semakin tinggi. Tidak hanya menyehatkan, sinar matahari pagi dipercaya mampu memberikan rasa bahagia.

Dikutip dari artikel Kumparan.com, berikut fakta dari berjemur. Paparan sinar matahari pagi mempengaruhi produksi serotonin, yaitu pembawa pesan kimia di otak yang digunakan untuk mengatur suasana hati dan emosi. Hal yang paling penting, paparan sinar matahari dapat merangsang produksi vitamin D yang bermanfaat untuk pembentukan tulang. Ini dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan bayi menjadi lebih sehat. Seperti yang dituliskan di atas, sinar matahari yang paling bagus adalah matahari pagi, dengan batas paling maksimal di jam 10 pagi. Jadi, Mama harus menghindari paparan sinar matahari di jam eleven siang sampai dengan jam four sore.

Yutan