Cara Agar Anak Patuh Pada Orang Tua

Pada usia ini, buah hati akan merasa sudah cukup besar untuk menjadi mandiri padahal sebenarnya masih membutuhkan bantuan orangtuanya. Sehingga si kecil akan menjadi lebih argumentatif dan bahkan pada waktu tertentu akan bersikap tidak sopan. Smart Parents bisa menyalurkan energi mereka pada hal-hal yang positif. Misalnya ketika anak berlarian dan memanjat-manjat meja di rumah, orang tua bisa mengajaknya untuk berolahraga di luar rumah. Kita juga harus memahami bahwa kedisiplinan merupakan bentuk pengajaran bukan hukuman.

Di mana pada umur tersebut, otak anak tumbuh dan berkembang sangat cepat. Begitu buah hati hadir di tengah-tengah keluarga, Anda sebagai orangtua bukan hanya wajib untuk merawat dan membesarkan sang anak, tapi juga mendidiknya dengan baik. Mungkin anak Anda pernah merasakan di olok-olok oleh teman sebayanya.

Cara agar anak patuh

Sebagai seorang pemimpin perusahaan, Anda berhak memberikan penilaian pada karyawan Anda dari berbagai sudut pandang. Anda harus mengetahui seluk-beluk persoalannya dulu kemudian Anda baru bisa menilai. Dalam menilai seseorang, hindari penilaian subjektif yang mengikutsertakan perasaan, misalnya saja karyawan tersebut merupakan kerabat atau teman Anda sendiri. Lihatlah ulah apa yang dibuatnya serta dampaknya, jangan melihat siapa yang melakukannya. Yuk dad and mom, mulai hentikan kebiasaan mengganggu privasi anak di luar batas.

Namun sudah seharusnya Mama dan Papa memberikan contoh yang baik pada anak di kehidupan sehari-hari. Jika ingin anak bertutur kata yang lembut dan baik, serta rajin, maka Mama harus selalu bersikap yang sama agar anak mengikutinya. Anak yang dididik dengan keras maka akan tumbuh pula dengan jiwa keras, anak yang dididik dengan kelembutan maka juga akan tumbuh dengan jiwa yang lembut. Terkadang kita lupa sebagai orangtua kita pernah membuat janji namun mengingikarinya. Dari semua teori cara mendidik anak, introspeksi diri sering terabaikan, lho.

Moms dan Dads dapat meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam cara mendidik anak laki-laki menurut Islam. Rizki Adinda, S.Hum, adalah seorang penulis yang lebih banyak menulis kisah fiksi daripada non fiksi. Seorang lulusan Universitas Diponegoro yang banyak menghabiskan waktunya untuk membaca, menonton movie, ngebucin Draco Malfoy, atau mendengarkan Mamamoo. Setiap orangtua pasti pernah merasakan saat-saat buah hatinya mengatakan apa saja yang terlintas di pikirannya. Mulai dari ketidaksukaannya akan hadiah mahal yang didapatkan dari saudaranya, hingga komentar juga tatapan yang diberikan ke orang yang terlihat berbeda.

Yutan