Anak Bosan Belajar Online? Tips Agar Belajar On-line Jadi Makin Seru

Pada akhirnya, anak akan malas berangkat sekolah karena takut diganggu dan diusili. Di rumah saja biasa membuat banyak orang menjadi malas atau tidak mau bergerak, maunya hanya duduk dan tidur-tiduran saja. Terakhir dan yang terpenting, berikan waktu bagi anak untuk menghibur diri sendiri. Baik itu dengan bermain bersama mainannya, nonton movie, atau kegiatan lain yang mereka sukai. Konsep IKEA berbasis pada pengetahuan yang menyeluruh tentang kebutuhan dan fungsi kehidupan di rumah, dengan memadukan pengalaman penggunaan material dan teknik produksi. IKEA memiliki pengalaman 75 tahun dalam mengembangkan dan menampilkan rangkaian produk IKEA.

Suasana rumah yang berbeda dengan sekolah terkadang membuat anak mudah teralihkan sehingga proses belajar pun jadi tidak maksimal. Untuk itu, Anda harus memastikan anak merasa nyaman dan bisa fokus saat proses belajar di rumah berlangsung. Selama melakukan proses belajar, tidak menuntut kemungkinan siswa akan mendapati kesulitas tentang tugas atau materi yang sedang dikerjakan. Atau siswa jika dapat meminta bantuan kepada keluarga yang dirasa mampu untuk membantunya.

Tetap adakan kegiatan yang menarik, tanpa harus bersentuhan dengan layar gawai. Di samping itu, coba minta pada anak untuk sementara waktu tidak menyentuh gawai. Lantaran gawai dan sejenisnya memiliki potensi mengajak anak pasif, yang akhirnya aktivitas anak terasa seragam.

Cara agar anak tidak bosan sekolah online

Sebaliknya, ketika anak terlihat antusias terhadap topik tertentu, sebaiknya ia juga diberi waktu dan kesempatan lebih banyak untuk mendalami topik tersebut. Padahal, Siti dan guru-gurunya sangat mendukung belajar daring jika melihat kondisi pandemi saat ini. Namun, hal ini tidak bisa dipaksakan jika elemen yang penting seperti kemampuan orang tua, tidak bisa mengimbangi kemajuan teknologi.

Pemerintah juga harus mempersiapkan kurikulum dan silabus permbelajaran berbasis daring. Namun perlu diketahui Bersama, tidak semua siswa yang memiliki fasilitas tersebut. Minimnya ekonomi keluarga juga menjadi faktor dari minimnya fasilitas yang menunjang proses belajar di rumah. Bahkan tak sedikit, keluarga siswa yang harus kehilangan penghasilan yang diakibatkan adanya pandemic Covid 19 ini, sehingga mereka juga harus sangat jeli dalam mengatur pengeluaran keuangan. Fakta ini menjadikan para siswa di sekolah dasar pun ikut merasakan kejenuhan jika telah memasuki mata pelajaran tertentu, khususnya pada matapelajaran hitung-hitungan atau juga hafalan. Memang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa selama beberapa tahun ini pendidikan Indonesia hanya menyuguhkan suatu bentuk hafalan kepada siswa.

Yutan