12 Ragam Manfaat Matahari Bagi Manusia

Paparan sinar UV yang tinggi dapat memicu luka bakar hingga kanker kulit karsinoma, kerusakan lensa hingga katarak dini. WHO ungkap bahwa UV Indeks terbaik pada angka 3 yakni pukul 9 hingga 10 pagi selama menit. Apabila ingin berjemur di atas jam 10 pagi hingga 2 siang sebaiknya lakukan 3 menit saja karena UVB yang terpapar akan menurun. Selain itu, terapi sinar matahari ini diharapkan dapat menjadi terobosan baru dalam penunjang pengobatan tuberkulosis yang murah meriah dan dapat dilakukan untuk semua kalangan masyarakat. Menurut penelitian, vitamin D berfungsi untuk meningkatkan mekanisme pertahanan tubuh terhadap infeksi yang disebabkan oleh bakteri. “Tapi kalau ada orang yang memiliki kulit sensitif dan rentan terbakar saat terpapar sinar matahari, jadi usahakan jangan lama-lama, 10 menit saja sudah cukup,” lanjutnya.

Udara segar sangat bermanfaat dalam pernafasan dibandingkan dengan udara yang telah bercampur dengan polusi kendaraan dan polusi pabrik. Jus alami tanpa tambahan gula tidak hanya memberikan hidrasi, tetapi juga memiliki nutrisi penting untuk membuat Anda tetap aktif dan ternutrisi dalam cuaca panas. Menurut Healthline, cara terbaik untuk mengatasi dan mencegah dehidrasi tentu dengan banyak meminum air putih. Jangan menunggu sampai haus, sebisa mungkin rutin setiap jam apalagi jika cuaca panas benar-benar menyengat. Tak perlu berlama-lama, menjemur bayi hanya perlu dilakukan selama 15 menit saja.

Jika Moms lebih banyak menghabiskan waktu di luar ruangan pada siang hari, maka harus memakai sunscreen setiap dua jam sekali agar hasilnya efektif. Tabir surya atau sunscreen menggunakan berbagai bahan kimia yang bekerja untuk menyerap sinar UV yang berbahaya sebelum menembus kulit. American Academy of Dermatology pun mengingatkan bahwa kebanyakan orang dewasa butuh 1 ons sunscreen untuk bisa mengaplikasikan seluruh tubuh. Jika tubuh kita mendapatkan vitamin D yang cukup, kita bisa tehindar dari berbagai macam penyakit seperti rheumatoid arthritis, tuberkulosis, multiple sclerosis, diabetes tipe 1 dan osteomalacia. Sinar Ultraviolet B matahari mengenai kolesterol dalam sel kulit dan kemudian menyediakan energi untuk sintesis vitamin D. Untuk daerah seperti di Indonesia, waktu berjemur yang baik dilakukan pada pukul 09.00 pagi.

Pastikan juga dalam waktu 15 menit itu, space kulit yang terpapar sudah merata. Ini berkaitan dengan indeks UV sinar matahari yang bisa berbeda Slot Online setiap waktunya. Partisipan yang mengikuti penelitian tersebut dipakaikan sebuah alat berupa gelang untuk memonitor tingkat cahaya matahari.

Lebih dari itu, tambah eff, tidak direkomendasikan karena dapat meningkatkan risiko kanker kulit. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk menghindari matahari setelah pukul 13.00. KOMPAS.com – Kita selama ini dianjurkan berjemur di bawah sinar matahari pada pagi hari untuk mendapatkan asupan vitamin D optimal. Dosen Fakultas Kedokteran Unsoed, dr. Ismiralda Oke Putranti, Sp. Anda bisa menjemurnya di depan rumah jika memang arah sinar mataharinya tepat. Namun jika di depan rumah dirasa terlalu berpolusi, Anda bisa juga mencari lokasi di dalam rumah yang terkena cahaya matahari.

Berjemur matahari paling baik jam 10 pagi - 2 siang

Saat kondisi seperti itu, waktu berjemur akan semakin singkat, kurang lebih 5 menit. Kebutuhan vitamin D pada tubuh dapat dipenuhi sebanyak 80–100 persen oleh vitamin D yang disintesis pada kulit. Jika ingin menjaga kadar vitamin D tercukupi, minimal 20 persen permukaan kulit harus terpapar sinar matahari. Menurut berbagai penelitian, terpapar sinar matahari 5-30 menit setiap 2-3 kali per minggu sudah cukup memenuhi kebutuhan vitamin D. Untuk manfaat sinar matahari pagi yang lebih optimum dalam menyembuhkan penyakit kulit, anak juga perlu mengonsumsi makanan kaya vitamin D seperti telur, ikan salmon, dan lainnya. Dengan mendapat paparan sinar matahari pagi, pertumbuhan tulang anak akan lebih optimum.

Yutan